Atlet menjerit anggaran SEA Games dipersulit
| Atlet menjerit anggaran SEA Games dipersulit |
Gabungsaja.com - Eki Febri Ekawati masih merinding mengingat lagu Indonesia Raya berkumandang di SEA Games 2017 Malaysia. Perjuangannya tak sia-sia. Hingga menetes air matanya. Pada Jumat, 25 Agustus itu dia mencetak sejarah. Berada di atas podium pertama, Eki sukses mempersembahkan medali emas dari cabang olah raga tolak peluru dengan catatan lemparan 15,39 meter. Bangga. Tetapi jalannya tak mudah. Negara belum mendukung sepenuhnya.
Kurangnya dukungan negara dicurahkan melalui akun media sosial Instagram miliknya, @ekifebri. Bikin geger. Dia mengungkapkan kekecewaan. Sebagai peraih medali emas, wanita 25 tahun itu mengaku banyak merogoh kocek pribadi untuk persiapan SEA Games 2017. Carut marut birokrasi dianggap penyebab utamanya.
"Saya atlet peraih emas SEA Games 2017. Uang akomdasi (makan, penginapan, dll) belum juga dibayar dari bulan Januari-Agustus. Padahal SEA Games sudah hampir selesai. Gimana mau maju ? Birokrasi dan sistem olahraga di Indonesia yang ribet," tulis Eki dalam akun Instagramnya.
Ketika dihubungi merdeka.com pada Rabu pekan lalu, Eki menceritakan bagaimana sedihnya menjadi atlet di Indonesia. Terutama dalam persiapan ajang adu gengsi dua tahunan antar negara Asia Tenggara itu. Sejak menerima surat resmi penunjukan sebagai atlet SEA Games, dirinya mulai fokus menjalani Pelatihan Nasional (Pelatnas). Gelanggang Olah Raga (GOR) Padjajaran, Bandung, Jawa Barat, menjadi lokasi latihan. Selama itu pula dirinya harus tinggal dalam mess atlet.
Jarak antara lokasi latihan dan mess tidak terlalu jauh. Namun, untuk menuju ke lokasi tetap memerlukan transportasi. Hal itu tidak disediakan. Terpaksa harus urunan. Pelatihnya dengan suka rela menalangi pelbagai kebutuhan. Mulai dari sini, Eki merasa ada gelagat aneh dari negara kepada pembinaan olah raga.
Selama masuk Pelatnas, Eki berada di bawa pembinaan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Organisasi olah raga itu disebutnya sempat menalangi biaya akomodasi latihan dari November hingga Desember 2016. Namun, selepas itu, dirinya kembali menggunakan uang pribadinya bersama pelatih.
"Saya sama pelatih inisiatif untuk menggunakan uang pribadi untu akomodasi, termasuk untuk makan, jajan, dan lainnya," ungkap Eki.
Uang urunan ini berjalan cukup lama. Lebih kurang lima bulan. Itu tercatat sejak November 2016 hingga Maret 2017. Semua terpaksa dilakukan. Demi hasil maksimal dan membanggakan bangsa. Meski dana akomodasi urunan selama ini masih belum jelas soal pergantian. Namun, lagi-lagi semua terpaksa harus disingkirkan. Demi satu nama: Indonesia.
BANDAR757 Agen Sakong Judi BandarQ Domino99 Bandar Poker Online Terpercaya
SejarahQQ.net Agen DominoQQ Online BandarQ Terpercaya
BORNEOPOKER.COM BANDAR POKER ONLINE SERTA BANDAR Q ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA
BANDARQQ365.COM SITUS BANDARQ, BANDAR POKER, DOMINOQQ, ADU Q, POKER ONLINE, SAKONG ONLINE TERPERCAYA
INCARQQ.NET AGEN POKER, BANDAR Q, DOMINOQQ, ADUQ, SAKONG, BANDAR POKER, CAPSA ONLINE TERPERCAYA
Remi13 Agen Sakong Judi BandarQ Capsa Susun Bandar Poker Online Indonesia
LENTERAPOKER AGEN BANDARQ DAN BANDAR SAKONG ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA
TUANPOKER AGEN JUDI POKER ONLINE RESMI UANG ASLI TERPERCAYA DI INDONESIA
Komentar
Posting Komentar